my young sister beloved

my young sister beloved

Selasa, 08 Februari 2011

1. Mata kuliah membaca kitab tafsir yaitu mata kuliah yang mempelajari kitab tafsir dengan metode praktik membaca kitab tafsir.
Adapun yang dimaksud dengan membaca kitab tafsir yaitu belajar membaca dengan baik beberapa kitab tafsir dengan memahami karakteristik dan metode yang digunakan oleh mufassir masing-masing.

2. *** Tafsir dengan metode tahlili yaitu penafsiran ayat-ayat Al-Quran dengan cara memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat- ayat yang ditafsirkan, disertai penerangan makna-makna yang tercakup di dalamnya. mufasir biasanya menguraikan makna ayat demi ayat; surat demi surat sesuai dengan urutan yang terdapat di dalam mushaf Utsmani.

Penafsiran Alquran metode tahlili merupakan penafsiran yang bersifat luas dan menyeluruh (komprehensif). ciri paling inti dari tafsir metode tahlili bukan pada penafsiran Alquran dari awal mushaf sampai akhir, melainkan terletak pada pola pembahasan dan analisisnya.

Kelebihan tafsir tahlili :
 Mempunyai ruang lingkup yang luas (kajiannya luas )
 Memuat berbagai ide dan gagasan

Kelemahan metode tafsir tahlili :

 . Menyebabkan petunjuk Alquran (tampak) parsial
 . Melahirkan penafsiran subjektif
 . Membuka pintu masuk pemikiran Israiliyat

Nama- nama tafsir dan tokoh-tokoh yang menggunakan metode tafsir Tahlili diantaranya :
• Tafsir Jami’ al bayan ‘an ta’wil ayi al-Qur’an karya Ibnu jarir al thobari
• Tafsir al-Qur’an al azdim karya Ibn Katsir
• Tafsir al Kasyaf karya Al Zamakhsyary

*** Tafsir dengan metode Maudlui (tematik) ialah mengumpulkan ayat-ayat al-qur’an yang mempunyai tujuan yang satu yang bersama-sama membahas judul/topik/sektor tertentu dan menertibkannya sedapat mungkin sesuai dengan masa turunnya selaras dengan sebab-sebab turunnya, kemudian memperhatikan ayat-ayat tersebut dengan penjelasan-penjelasan, keterangan-keterangan dan hubungan-hubungannya dengan ayat-ayat lain, kemudian mengistimbatkan hukum-hukum.
Kelebihan tafsir metode Maudlui :
• akan mengetahui hubungan dan persesuaian antara beberapa ayat dalam satu judul bahasan, sehingga bisa menjelaskan arti dan maksud-maksud ayat-ayat A1-qur’an dan petunjuknya, ketinggian mutu seni, sastra dan balghahnya.
• memberikan pandangan pikiran yang sempurna, yang bisa mengetahui seluruh nash-nash Alquran mengenai topik tersebut secara sekaligus, sehingga ia bisa menguasai topik tersebut secara lengkap
• akan bisa cepat sampai ke tujuan untuk mengetahui atau mempelajari sesuatu topik bahasan aI-qur’an tanpa susah payah,

Kelemahan metode tafsir Maudlui:
• Dalam menafsirkannya hanya mengambil parsial ayat,
• Tafsir dengan metode ini banyak penyusupan konsep-konsep asing dalam kosa kata, yang menimbulkan kerancuan dalam pengetahuan tentang islam serta pandangan di kalangan umat islam

Nama-nama tafsir dan tokoh-tokoh yang menggunakan metode tafsir ijmali diantaranya :
• M. Quraiah Shihab, “Penafsiran Khalifah dengan Metode Tematik”, dalam Membumikan AI-Qur’ an.
• Al-Tibyan fî Aqsam al-Qur’ân karya Ibn Qayyim.
• Majaz al-Qur’ân karya Abu ‘Ubaidah
*** Tafsir dengan metode ijmali (global) ialah mencoba menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an secara ringkas dan padat, tetapi mencakup (global). Metode ini mengulas setiap ayat al-Qur’an dengan sangat sederhana, tanpa ada upaya untuk memberikan pengkayaan dengan wawasan yang lain,dan mudah dipahami.
Kelebihan tafsir dengan metode ijmali yaitu proses dan bentuknya yang mudah dibaca, dan sangat ringkas serta bersifat umum, sehingga bisa terhindar dari upaya-upaya penafsiran yang bersifat isra’iliyat. Praktis, mudah dipahami dan lebih akrab dengan bahasa al-Qur’an.
Kelemahan tafsir dengan metode ijmali :
Metode ijmali termasuk metode yang bersifat tekstualistik-skriptualistik. Tafsir tekstulis-skriptulistis lebih menekankan pada kualitas teks daripada substansi teks, sehingga memunculkan kesan tafsir tekstualis lebih akrab dengan apa yang ada pada teks secara dhohir, padahal makna yang seharusnya dikuak terkadang tidak bisa mencerminkan tujuan moral dari teks yang seharusnya dikuak.bersifat parsial dan tidak memiliki pemahaman yang utuh.
Nama-nama tafsir dan tokoh-tokoh yang menggunakan metode tafsir ijmali diantaranya :
• Tafsir Jalalain, karya bareng Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi.
• Tafsir Al-Qur’an al-Karim, karya Muhammad Farid Wajdi,
• kitab Al-Tafsir al-Wasith, terbitan Majma’ al-Buhuts al-Islamiyah, Taj al-Tafasir, karya Muhammad Ustman al-Mirghani,
3. Tafsir al Kasyaf disusun dengan tartib mushafi, yaitu berdasarkan urutan surat dan ayat dalam mushaf Utsmani, dalam menafsirkan al-Qur’an al Zamakhsyari lebih dahulu menuliskan ayat al-Qur’an yang akan ditafsirkan, kemudian memulai penafsirannya dengan mengemukakan pemikiran rasional yang didukung dengan dalil-dalil dari riwayat (hadis) atau ayat al-Qur’an.
Metode yang digunakan yaitu metode tahlili, dan bentuk tafsirnya adalah tafsir bil Ra’yi karena sebagian besar penafsirannya berorientasi kepada rasio.
Corak penafsirannya lebih banyak berorientasi pada aspek balaghoh dan sastranya, karena beliau seorang yang ahli dalam bahasa arab, sastra, nahwu dan gramatikalnya.

4. ibnu katsir, pengarang kitab Ibnu Katsir nama lengkapnya adalah ‘Imad al Din Ismail Ibn Umar Ibn Katsir al Quraisyi al Dimasyki, biasa dipanggil dengan sebutan Abu al Fida. ia lahir pada tahun 1301 di Busra, Suriah dan wafat pada tahun 1372 di Damaskus. Ia berguru kepada Ibnu Taymiyyah di Damaskus, Suriah dan kepada Ibnu al-Qayyim.
Salah satu karyanya yang terkenal dalam ilmu tafsir adalah yang berjudul :
1. Tafsir Alquran al-Karim sebanyak 10 jilid. Kitab ini masih menjadi bahan rujukan sampai sekarang karena pengaruhnya yang begitu besar dalam bidang keagamaan. Di samping itu, ia juga menulis buku
2. Fada'il Alquran (Keutamaan Alquran), berisi ringkasan sejarah Alquran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar